Jawaban:
Jumlah tenaga medis yang meninggal selama menangani Covid-19 terus bertambah. Mereka bekerja keras melawan pandemi, mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemanusiaan.
Kematian tenaga medis tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Terhitung per Kamis 15 Oktober 2020, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada total 136 dokter meninggal akibat Covid-19. Terdiri dari 71 dokter umum, 63 dokter spesialis, dan dua dokter residen. Tersebar dari 18 wilayah provinsi dan 66 wilayah kota/kabupaten.
Padahal tenaga medis yang menangani tidak hanya dokter saja. Ada perawat dan bagian-bagian lain yang menjadi satu kesatuan tim medis. Hingga 10 November 2020, tercatat 323 tenaga medis meninggal.
Tenaga medis merupakan aset negara. Bila nyawa tenaga medis terus berkurang, maka penanganan pandemi akan semakin sulit. Terlepas dari angka-angka, setiap nyawa yang hilang tidak dapat tergantikan oleh keluarga yang ditinggalkan.
Penjelasan:
itu ya maaf kalau salah ya semoga membantu
JAWABA:
Pada saat itu, hujan deras melanda. Akibat hujan ini, air gorong-gorong di sekitar sekolah pun meluap pada pukul 2 siang. Luapan air tersebut merendam sekolah di mana para murid masih belajar di kelas.
Namun naas, ternyata banjir juga mengakibatkan tembok sekolah roboh pada pukul setengah 3 sore dan mengenai para siswa. Tercatat tiga siswa dinyatakan meninggal dan dua siswa mengalami luka-luka.
Selain itu, sebagian siswa yang lain pun menangis ketakutan setelah air mulai masuk kelas. Apalagi mereka harus melewati genangan banjir setinggi 60 cm untuk menyelamatkan diri.
Penegasan
Setelah peristiwa tersebut, para petugas pun datang untuk melakukan evakuasi. Mereka membersihkan puing-puing akibat banjir serta menyedot air yang masih menggenang.
Sudah selayaknya pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan terkait peristiwa banjir yang sering terjadi, terutama di kawasan MTsN 19 Jakarta, agar tak lagi menelan korban dan menyebabkan masyarakat ketakutan.
[answer.2.content]